Kardiovaskular dan Serebrovask

Mengenal Jantung Koroner pada Lansia: Penyebab, dan Gejalany


 
Klinik Ben Yuan Dao, Jakarta - Jantung koroner adalah salah satu penyakit yang umum terjadi pada lansia (lanjut usia).
 
Penyakit ini terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke jantung (arteri koroner) mengalami penyempitan atau penyumbatan, yang dapat mengurangi aliran darah ke otot jantung. 
 
Kondisi ini, jika tidak ditangani dengan baik, bisa menyebabkan serangan jantung atau masalah jantung lainnya. 
 
Pada lansia, risiko jantung koroner meningkat karena faktor-faktor usia, gaya hidup, dan kondisi medis tertentu.
 

Penyebab Jantung Koroner pada Lansia

 
Penyebab utama jantung koroner adalah penumpukan plak yang terdiri dari lemak, kolesterol, dan bahan lain yang mengendap pada dinding pembuluh darah.
 
Proses ini dikenal dengan istilah aterosklerosis. Pada lansia, aterosklerosis cenderung terjadi lebih cepat karena:
 
  • Penuaan Pembuluh Darah: Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah menjadi lebih kaku dan kurang elastis. Hal ini memudahkan terjadinya penumpukan plak di arteri, yang akhirnya menyempitkan pembuluh darah.
  • Tingginya Kadar Kolesterol: Lansia sering kali memiliki kadar kolesterol jahat (LDL) yang lebih tinggi dan kolesterol baik (HDL) yang lebih rendah. Kolesterol tinggi berperan besar dalam pembentukan plak di dinding arteri.
  • Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi): Tekanan darah tinggi dapat merusak dinding pembuluh darah, membuatnya lebih mudah terserang plak. Hipertensi juga meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner.
  • Diabetes dan Gangguan Metabolik: Lansia yang menderita diabetes berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan pada pembuluh darah. Gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah, mempercepat terjadinya aterosklerosis.
  • Gaya Hidup Tidak Sehat: Kebiasaan buruk seperti merokok, pola makan tidak sehat yang tinggi lemak jenuh dan garam, serta kurangnya aktivitas fisik, semakin meningkatkan risiko penyakit jantung koroner pada lansia.
  • Riwayat Keluarga: Faktor genetik atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung koroner dapat meningkatkan kemungkinan lansia mengalami kondisi serupa.
 
 

Gejala Jantung Koroner pada Lansia

 
Gejala jantung koroner pada lansia bisa sangat bervariasi dan seringkali tidak begitu jelas. Beberapa lansia mungkin tidak merasakan gejala sama sekali, terutama pada tahap awal penyakit. 
 
Namun, ada beberapa gejala yang dapat mengindikasikan adanya masalah pada jantung, di antaranya:
 
  • Nyeri Dada (Angina) - Salah satu gejala yang paling umum adalah nyeri dada atau sensasi tertekan di dada. Nyeri ini biasanya terjadi saat melakukan aktivitas fisik atau stres emosional, dan bisa hilang dengan istirahat.
  • Sesak Napas - Sesak napas saat beraktivitas ringan atau bahkan saat beristirahat dapat menjadi tanda bahwa jantung tidak menerima cukup darah dan oksigen.
  • Kelelahan yang Tidak Wajar - Lansia dengan jantung koroner mungkin merasa sangat lelah, bahkan setelah aktivitas ringan. Rasa lelah ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Pusing atau Pingsan - Aliran darah yang tidak lancar ke jantung dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke otak, yang bisa mengakibatkan pusing atau bahkan pingsan.
  • Detak Jantung Tidak Teratur - Beberapa lansia mungkin merasakan detak jantung yang tidak teratur atau berdebar-debar. Ini bisa terjadi akibat gangguan pada irama jantung yang berhubungan dengan jantung koroner.
  • Pembengkakan pada Kaki atau Perut - Ketika jantung tidak dapat memompa darah dengan efisien, cairan dapat menumpuk di kaki, pergelangan kaki, atau perut, menyebabkan pembengkakan.
 

Penanganan dan Pencegahan Jantung Koroner pada Lansia

 
Selain pengobatan medis konvensional, terapi TCM (Pengobatan Tradisional Cina) dapat membantu lansia dengan jantung koroner. Beberapa metode yang digunakan antara lain:
 
1. Akupunktur
Akupunktur dapat meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi nyeri dada, dan menurunkan tekanan darah, yang penting untuk penderita jantung koroner.
 
2. Herbal TCM
Ramuan seperti Ginkgo Biloba, Dan Shen, dan Hawthorn dapat memperbaiki aliran darah, mengurangi penyumbatan pembuluh darah, dan mendukung fungsi jantung.
 
3. Tuina (Pijat Terapi TCM)
Tuina membantu meredakan nyeri dada, memperbaiki sirkulasi darah, dan mengurangi ketegangan otot, yang bermanfaat bagi penderita jantung koroner.
 
4. Moxibustion
Terapi ini dapat meningkatkan aliran darah dan memperbaiki energi tubuh (Qi), yang mendukung kesehatan jantung.
 
5. Diet TCM
Makanan seperti kacang-kacangan, ikan, dan sayuran hijau yang kaya antioksidan dan asam lemak omega-3 dapat mendukung kesehatan jantung.
 
6. Cupping (Terapi Kop)
Terapi cupping membantu meningkatkan sirkulasi darah, meredakan nyeri dada, dan mengurangi stres, yang bermanfaat dalam pengelolaan penyakit jantung koroner.
 
 

Temukan Solusi Terapi yang Tepat di Klinik Ben Yuan Dao

 
Klinik Ben Yuan Dao hadir sebagai pilihan terbaik untuk Anda yang mencari perawatan yang menyeluruh dan efektif. 
 
Dengan menggunakan metode terapi tradisional yang sudah terbukti berkhasiat, kami tidak hanya membantu meredakan gejala, tetapi juga mengatasi masalah kesehatan dari akarnya.
 
 
Percayakan kesehatan Anda kepada Klinik kami dan rasakan manfaatnya secara langsung. Kesehatan optimal bukan hanya impian, wujudkan sekarang juga!
banner-popup